Indonesia Ebook

Skripsuit

Arista Vee

Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya?

***

Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?

Download gratis Skripsuit - Arista Vee.pdf

Silahkan download dan baca secara offline melalui perangkat mobile ataupun melalui perangkat dekstop Anda. Untuk mengunduh pdf ebook novel karya Arista Vee yang berjudul "Skripsuit", silahkan klik tombol di bawah ini.

Terima kasih telah membaca Skripsuit. Untuk ebook, buku, novel, dan karya menarik lainnya, silahkan kunjungi di sini.

Related Books

My Husband Is My Cold Cousin

My Husband Is My Cold Cousin

Arista Vee

So I Love My Ex

So I Love My Ex

Arista Vee

So I Married A Senior

So I Married A Senior

Arista Vee

My Teacher My Fiance

My Teacher My Fiance

Arista Vee

Ketua Senat

Ketua Senat

Arista Vee

Review

"Skripsuit" Arista Vee: Menguak Relatabilitas Drama Skripsi di Balik Kampus
Selamat datang di dunia kampus yang penuh intrik dan, tentu saja, drama skripsi! Begitulah kesan pertama yang saya tangkap dari permulaan cerita "Skripsuit" karya Arista Vee ini. Kisah ini langsung membawa kita menyelami kegelisahan seorang mahasiswa tingkat akhir, Fayka, yang harus berhadapan dengan momok paling ditakuti: bimbingan skripsi bersama dosen pembimbing yang terkenal "rewel dan galak." Suasana ini begitu akrab bagi siapa pun yang pernah merasakan bangku kuliah.

Fayka, sang protagonis, langsung menarik perhatian dengan kegelisahan akutnya. Siapa yang tidak pernah merasakan keringat dingin menjelang bimbingan skripsi? Arista Vee berhasil menghidupkan kecemasan Fayka yang begitu nyata, mulai dari pikiran yang lari ke mana-mana hingga detak jantung yang tak karuan. Ini adalah representasi sempurna dari perasaan jutaan mahasiswa yang sedang berjuang dengan tesis mereka.

Tidak hanya Fayka, kita juga diperkenalkan pada karakter-karakter lain yang membuat cerita semakin hidup. Ada Renardo Yasa Admoko, seorang kating (kakak tingkat) berjuluk "fuckboy" yang urakan namun diam-diam memiliki pesona dan filosofi sendiri tentang kehidupan kampus. Kontras antara sifatnya yang cuek dan kegelisahan Fayka menciptakan dinamika yang menarik. Obrolan mereka yang santai namun penuh "sindirian" kecil berhasil memancing senyum. Lalu ada Nindy, sahabat Fayka, dan Mbak Via, kating lain yang justru menambah daftar panjang mitos mengerikan tentang dosen pembimbing mereka, Pak Edo, yang konon super rewel dan membuat mahasiswanya lulus telat.

Karakter Pak Edo sendiri, meski belum muncul secara langsung di fragmen ini, sudah berhasil membangun aura misterius dan menakutkan hanya dari cerita orang. Deskripsi fisiknya yang rapi dan berkelas, dipadukan dengan reputasinya, membuat kita ikut penasaran seperti apa sebenarnya dosen yang satu ini. Mitologi seputar Pak Edo—mulai dari skripsi harus sempurna, sulit ditemui, hingga potensi lulus di semester tua—adalah bumbu yang membuat cerita ini semakin gurih dan relevan dengan realita mahasiswa.

Gaya bahasa yang digunakan Arista Vee terasa sangat natural dan mengalir. Penggunaan bahasa sehari-hari, logat "lo gue", dan slang khas anak kampus seperti "kating" atau "baper" membuat dialog terasa otentik dan karakter-karakter terasa begitu nyata. Pembaca seperti diajak langsung duduk di ruang tunggu jurusan, ikut merasakan degup jantung Fayka, atau mendengar celotehan Yasa yang seenaknya. Penulis juga piawai menyisipkan sedikit humor dan kritik sosial secara halus, seperti pandangan Yasa tentang organisasi atau kebiasaan Fayka yang "kaum rebahan" di semester tua.

Secara keseluruhan, bagian awal "Skripsuit" ini adalah pembuka yang sangat menjanjikan. Dengan tema yang sangat relatable, karakter-karakter yang kuat, serta gaya penceritaan yang natural dan menarik, buku ini berhasil menangkap esensi perjuangan skripsi dengan sentuhan drama, humor, dan kegelisahan yang autentik. Pembaca pasti akan penasaran untuk mengetahui bagaimana Fayka dan kawan-kawan akan menghadapi "bencana" skripsi di tangan Pak Edo yang legendaris!