Orgavsm
Bianca Veana
Sembilan belas tahun yang lalu
Malam itu, aku melihat seorang wanita berpakaian hitam ketat keluar dari kamar ibuku.
Lipstik merah darah menempel sempurna di bibirnya, langkahnya tenang—datang tanpa salam, pergi tanpa dosa.
Dari taman belakang, kudengar tangisan ibu.
Aku berlari.
Tangis itu pilu, tapi tak bersuara.
Ibu menoleh, wajahnya lelah, matanya sembab.
Aku tahu, ibu menangis sejadi-jadinya.
"Itu... Bu Karina. Mulai besok dia akan tinggal di sini," ucapnya pelan, seperti memberi peringatan.
"Kenapa begitu, Bu?"
Ibu menatapku lama, lalu jemarinya mengusap rambutku lembut.
"Natasya..." katanya lirih.
"Ibu kasih nama kamu Natasya, supaya kamu jadi cahaya di hidupmu sendiri.
Keluar dari kegelapan ini. Maaf... ibu ndak bisa temani kamu."
Itu kata terakhir ibu.
Esoknya, tubuhnya kutemukan tergantung di langit-langit kamar.
Dunia terlalu kejam untuk Natasya kecil.
Sejak malam itu, setiap kali aku memejamkan mata, mimpi buruk datang—
suara tangisan ibu, wajahnya yang pucat, dan tali yang berayun pelan.
Hingga usia tiga puluh tahun, jeritan itu masih tinggal di tenggorokan.
Aku terbangun dengan napas tersengal, dada sesak, hati koyak.
Masa lalu membentukku jadi wanita keras.
Luka membuatku skeptis.
Setiap mimpi buruk menempaku untuk bertahan.
Dunia boleh mencoba melemahkanku,
tapi aku tak akan biarkan siapa pun menguasai.
Aku yang akan menguasai.
Aku, Kahiyang Natasya Raharjasa.
Aku memilih menjadi Ivy, Lady of the Night—
bukan karena uang,
tapi karena aku menikmati melihat seseorang menghancurkan cintanya sendiri demi nafsu.
Itu hadiahku untuk ayahku.
Bermainlah dengan jalangmu, Ayah...
dan lihatlah, jalang itu kini lahir dari darah dagingmu sendiri.
Dulu kupikir, cara paling romantis Tuhan kepada umatnya adalah dengan menghadiahkan kematian—dan aku menantikannya.
Tapi ternyata, Tuhan memberiku hal lain.
Ia mempertemukanku dengan Sadewa.
Raden Sadewa Atma Notonegoro.
Lelaki yang seharusnya menjadi klienku malam itu—
namun nyata, ia hanya mengecup keningku.
Dan di kemudian hari, tanpa aku duga, ia mendadak menjadi suamiku.
Entah aku yang terjerat olehnya,
atau dia yang terjerat olehku.
Katanya...
"Buatlah masalah sesukamu. Ada saya yang akan selalu membereskannya.
Manfaatkan saya sebanyak yang kamu mau.
Percaya sama saya, Kahiyang. Saya suamimu.
Satu-satunya manusia tanpa ikatan darah yang akan terus menjadi milikmu."
Sungguh... adakah dongeng semanis itu?
Atau ini hanya bagian lain dari kutukan Tuhan—
yang menyamar sebagai cinta?
Download gratis Orgavsm - Bianca Veana.pdf
Silahkan download dan baca secara offline melalui perangkat mobile ataupun melalui perangkat dekstop Anda. Untuk mengunduh pdf ebook novel karya Bianca Veana yang berjudul "Orgavsm", silahkan klik tombol di bawah ini.
Terima kasih telah membaca Orgavsm. Untuk ebook, buku, novel, dan karya menarik lainnya, silahkan kunjungi di sini.